“Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu, masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku, bersahabat penuh selaksa makna” Kata ‘bersahabat’, mengingatkan kita untuk kembali mengulang kenangan Jogja di masa lalu. Jogja yang ramah, nyaman, damai dan sejahtera. Jogja ramah dengan semua penduduknya. Jogja nyaman dengan banyaknya ruang terbuka dan Jogja damai dengan jaminan keamanan yang mengsejahterakan masyarakatnya. Namun kini semua kata indah hilang saat kita berkunjung ke Yogyakarta. Beberapa aspek lingkungan menjadi salah satu yang menyebabkan hilangnya keindahan di Yogyakarta. Meningkatnya kapasitas kendaraan menjadi penyebab dari kemacetan di Yogyakarta. Dibangunnya banyak gedung bertingkat dan hotel berbintang menjadikan Jogja daerah pusat ekonomi yang padat akan hiruk pikuk kegiatan masyarakatnya. Asap kendaran pribadi maupun umum yang lalu lalang di jalan raya menjadikan Yogyakarta tampak kusam dan renta dari modernisasi zaman. Disisi lain...
"Menulis adalah seni menyampaikan"