Langsung ke konten utama

AKSI untuk Reaksi yang Pertiwi Harapkan

Ya untuk hari ini,

Istilah baru untuk sesuatu yang lama, istilah yang saya gunakan untuk menyebut istilah 'DEMONTRASI', Kata kunci yang sangat relevan yaitu mahasiswa, pergerakan dan perubahan.

Mahasiswa, kedudukan yang dulu saya impikan namun kini sangat sulit dihadapi. Bukan sekedar kajian ilmu yang kami harus kelola, tetapi juga nilai kebermanfaatan yang harus dan wajib kami lakukan. Dalam mengawal kata 'manfaat', masih sulit bagi kami untuk menjadikannya nyata dalam diri.

Pergerakan, ini kata yang tajam dan sangat identik dengan budaya perkuliahan. Iya, pemuda agen pergerakan dan promotor perubahan. Namun, pergerakan macam apa yang sudah kita lakukan? Akankah dengan kata AKSI atau sekedar kajian strategis tanpa ada publikasi. Dan kenyataan ini sangat korelasi dengan jenis perubahan yang ingin kita sampaikan. Menjadi indah atau sekedar arang yang terbakar sekejab saja.

Perubahan, istilah misi dari adanya pergerakan. Berisi seluruh harapan untuk menjadi baik dan semakin baik. Bukan sekedar impian tapi sebuah Doa yang akan selalu tersampaikan.

Hari ini, untuk pertama kali, ketiga kata tersebut aku hadapi. Dimana kedudukanku dilihat oleh mereka yang tanpa sadar sudah tidak diberikan rasa adil. Oleh mereka yang tanpa sadar sudah banyak dihianati.
"Jadilah saksi kawan, mahasiswa bukan sekedar pemuda akademisi. Kami disini jadi pengawal sebuah kabijakan. Kami bisa jadi seekor singa tetapi juga bisa bersikap layaknya merpati. Yakinlah, masih banyak pemuda negeri yang perhatian atas rusaknya mental nusantara."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Ibu Hebat di Abad Milenium

Cantik, anggun, dan cerdas merupakan karakter yang diidamkan. Delapan dari sepuluh laki-laki berharap hidup dan berdampingan dengan perempuan berkarakter prima. Menjadi sosok yang selalu terlihat istimewa pun merupakan mimpi kami, kaum Muhammad yang selalu terlihat lemah. Istimewa untuk suami dan keluarga adalah rangkaian doa yang selalu perempuan sampaikan, apapun agama, suku, ras, dan bangsa yang dimilikinya. Keistimewaan ini manjadi naluri alami kami untuk senantiasa memperlihatkan hal positif kepada kaum adam yang memikat hati. Tampak baik nan hipokrit sebenarnya namun inilah sifat psikologis yang tidak dapat dipungkiri lagi. Alasan mendasar saya menyampaikan perempuan sebagai objek tulisan karena saya perempuan dan banyak hal yang saya rasakan. Perasaan yang sudah sejak lama ‘kaum’ ini rasakan dari abad satu ke abad selanjutnya. Sebuah artikel luar biasa yang pernah dituliskan oleh Michel Carrouges dalam terbitan Cabiers du Sud No. 292 menuliskan latar belakang pandangan kaum ...